Madrasah di Kukar Masih Kekurungan Tenaga Pendidik
H Nasrun
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUKAR-
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kukar H Nasrun menyebutkan, bahwa madrasah
di Kukar masih kekurangan tenaga pendidik berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS),
baik satuan MI, MTS, maupun MA.
"Namun hal itu tidak berpengaruh signifikan,
terhadap proses kegiatan belajar mengajar. Memang kita masih kekurangan guru,
yang Madrasah Negeri saja masih kurang, apalagi Madrasah swasta," kata H
Nasrun saat ditemui Poskotakaltimnews, di ruang kerjanya, Rabu (1/2/2023).
Kata dia, seperti di Madrasah Aliyah
Negeri (MAN) 2 itu kurang dari 50 persen, untuk tenaga pendidiknya.
Selain itu ada juga MTs Negeri 1 Kukar, dan MIN 1.
"Yang menjadi kendala saat ini,
terkait dengan kekurangan guru pada Madrasah yaitu pengangkatannya yang tidak
ada. Pengangkatan pegawai ada beberapa tipe yakni, PNS, K2, P3K,"
sebutnya.
Sementara di Kemenag sendiri masih
membutuhkan penyuluh keagamaan, baik kristen butuh 100 penyuluh, dan islam
membutuhkan 60 penyuluh.
"Untuk mengatasi kendala kekurangan
guru tersebut, pihak Madrasah bisa merekrut tenaga honor untuk membantu proses
kegiatan belajar mengajar," tuturnya.
Sementara kebutuhan tenaga honorer
ditanggung oleh pihak Madrasah, melalui dana dana yang bersumber di Madrasah.
Dirinya berharap kepada pemerintah ada perekrutan untuk pegawai, baik untuk PNS
maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
"Kalau ada perekrutan dan kuotanya
banyak, tentunya sangat baik, apalagi bisa pemerataan ke seluruh sekolah,"
ungkapnya.
Sementara itu Kepala MTs Negeri 1 Kukar
Indarti menuturkan, bahwa di MTs Negeri 1 Kukar kekurangan guru PNS, sekitar 6
guru PNS yang dibutuhkan, sementara guru PNS di MTs Negeri 1 Kukar ada 32
orang.
"Namun kekekurangan guru tersebut
bisa dibantu dengan tenaga honorer, di sini dibantu dengan 9 guru honorer,
memang hal ini menjadi kendala, namun masih bisa berjalan dengan baik, kita
memaksimalkan tenaga yang ada," ucap Indarti.
Lanjut dia, guru yang masih dibutuhkan
di MTs Negeri 1 Kukar yakni Matematika, Bahasa Indonesia, PKN, kemudian guru
agama bidang fiqih. Tentunya permasalahan ini telah dikoordinasikan dengan
Kemenag Kukar.
"Kemenag meminta secara analis
kebutuhan guru di sini. Ya semoga ada penambahan guru PNS dari Kemenag,"
tutupnya.(riz)